Cerita bergambar sex terpanas menjebab istriku menjadi budak sex sitting in a tree dating service

posted by | Leave a comment

Setelah beberapa detik kemudian baru ada yang mengangkat, dan yang mengangkat adalah Wen.

“Tom, tenang saja, Audrey tidak apa-apa, kamu tidak perlu kuatir” suara Wen terdengar seakan-akan dia tahu kekuatiranku.

Mungkin pembantu-pembantu dan supir di rumah sebenarnya mendengar dentingan bel kecil itu, hal itu terlihat di raut wajah mereka ketika Audrey ada di sekitar mereka.

Raut wajah mereka menampakkan kebingungan dan kecurigaan karena mendengar bunyi bel kecil dari dalam rok majikan perempuannya, namun mereka tidak ada yang berani bertanya ataupun berkata apa-apa.

Wen akan datang ke rumah besok siang dan memerintahkan istriku untuk mempersiapkan diri…Bagian II: Pelecehan di Rumah Mr.

Wen, Keesokan harinya, aku ke kantor seperti biasanya, karena ketika Wen menelepon Audrey tadi malam, Wen tidak menginstruksikan apa-apa yang berkaitan dengan diriku.

Hari itu di kantor Wen memberikanku banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Perasaanku campur aduk mengingat telepon Wen pada istriku tadi malam, namun Wen tidak mengatakan apapun kepadaku tentang janjinya dengan Audrey siang ini.

Selama tiga minggu itu, Audrey tidak pernah keluar rumah.

“Kamu tolong selesaikan dulu pekerjaan-pekerjaan yang saya kasih hari ini” perintah Wen kemudian lalu menutup Hp itu.

Perasaanku semakin kacau balau karena mengetahui ternyata Wen masih berada di rumahku, apalagi secara sayup-sayup aku mendengar erangan-erangan istriku di latar belakang suara Wen di HP.

Di rumahku aku dan Audrey mempekerjakan 2 pembantu wanita, 1 pembantu pria dan seorang supir.

Salah satu pembantu wanita kami yang biasa kami panggil bi Minah seorang wanita tua yang bertugas memasak dan mencuci pakaian.

Leave a Reply

Free chat raw sex