Di paksa pakai vibrator melayani nafsu bejad ayah For free sexcamchat without registration

posted by | Leave a comment

Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau Tomy lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. Pasti ibu yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.“Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Tomy jadi pengiin banget sama ibu lho…, Gimana niih, punya Tomy sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.“Aduuh Toom, jangan gitu dong. Tapi terus terang aja Toom.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom…, Tom kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi Tom menggir sebentar Tom, ibu pengen cium kamu di sini”, kata ibu dengan suara aku jadi berdebar-debar sekali. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang.Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan.

Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Riris adalah anak tirinya.

Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan.

Hati-hati setirnya”.cerita sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, cerita bokep Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.“Buu, Tomy kangen banget buu…, Tomy kangen banget”.“Aduuh Toom, ibu juga…, Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.

Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Sampai di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.“Eehhmm.., Tom, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukkan lidahmu ke mulut ibu”Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra.

Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.

Leave a Reply

Free chat raw sex