Perkosa ibu tiri dapur sembunyi2 asia Free credit sex cam woman chat

posted by | Leave a comment

Yang aku tahu, saat ini Mama berada di dalam peti, lalu peti itu diturunkan perlahan-lahan ke dalam lubang kemudian ditimbuni dengan tanah-tanah yang menggunduk. Padahal matahari begitu terik membakar, tapi aku mengikuti saja segala kemauan Lany.“Semalam kamu mencuri mendengarkan pembicaraan aku dengan Papa ya? Sebenarnya Lany hanya mencoba memecahkan kebisuan di antara kami, karena sejak tadi kami berdua hanya berdiam diri. Benarkah Ibu tiri itu kejam seperti yang biasa aku dengar?

Mama hanya diam, tidak marah, seakan menerima segalanya dengan pasrah. Aku tak sanggup menerima kenyataan itu bila hal itu terjadi padaku dan Lany. Tak terasa airmataku mengalir membasahi bantal kepalaku. Bukankah sekarang banyak Ibu kandung yang berlaku kasar terhadap anak kandungnya sendiri?

Namun ada suasana yang berbeda di pagi ini bila dibandingkan dengan pagi-pagi sebelumnya. Awalnya, wajah Mama tak kujumpai, begitu juga dengan Ayah, tak ada segelas susu di atas meja makan, lalu Lany yang menangis di ruang tamu, dan sekarang Tanteku juga ikut-ikutan menangis sambil memeluk kami berdua dengan eratnya. Belum sempat rasa kaget dan rasa penasaranku hilang, terdengar suara sirine ambulance di ujung jalan, semakin lama suara sirine itu semakin keras terdengar dan mendekat. Dan mobil ambulance itu berhenti tepat di depan rumah kami. Lalu apa yang berada di dalam peti yang berbentuk persegi panjang itu? “Kalau Mama tidak tuli dan juga bisu, mengapa Mama tidak menjawab setiap panggilanku? Papa bilang, Mama lagi tidur, kog tidurnya di dalam peti, kenapa tidak tidur di dalam kamar yang seperti biasa Mama lakukan? Mungkin waktu tak sampai hati melihat Mama menderita sehingga ia membungkus Mama dengan selimut keabadiannya”, jawab Lany dengan panjang lebar. Papa sudah capek dengan pekerjaannya, belum lagi harus mengurus kita. Sangat bertolak belakang dengan apa yang aku dengar.

Tak kudengar suara Mama memanggilku bangun seperti biasanya yang sering Mama lakukan di setiap pagi. Adakah sesuatu yang telah terjadi semalam tanpa aku ketahui? Tak berapa lama kemudian, sebuah peti yang berbentuk persegi panjang keluar dari dalam mobil putih itu, lalu digotong memasuki rumah kami. Peti berbentuk persegi panjang itu diletakkan di tengah-tengah ruang tamu rumah kami. Kulihat orang-orang di sekelilingku menangis, suara mereka makin keras. Jenazah Mama disemayamkan dua hari lamanya di dalam rumah kami. Lalu Lany melanjutkan pertanyaannya, “Kamu takut dengan Mama tiri ya? Memasak, membuatkan susu untukmu, mengajari mata pelajaran yang tidak kita mengerti. ” Tak terasa air bening mengalir di sudut mata, dan terjatuh ke pipiku yang ranum. Mama tiriku mengurus kami dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.

perkosa ibu tiri dapur sembunyi2 asia-28perkosa ibu tiri dapur sembunyi2 asia-28

Rumah kami hanya memiliki tiga kamar, satu kamar untuk Papa, yang satu lagi untuk aku dan Lany, yang satunya lagi untuk tamu atau kerabat yang datang dari luar kota yang berkunjung dan bermalam di rumah kami. Papa telah memilih seorang perempuan yang Papa yakin orangnya sangat baik dan penuh perhatian. Masih labil dan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk. Melihat aku datang, Mama tiriku bergegas menghampiriku dan memelukku sambil menangis. Hanya ketakutan akan kejamnya seorang Mama tiri yang memenuhi kepalaku. Gambaran kematian itu seakan semakin nampak jelas di pelupuk mataku. Betapa aku terkejut, dan aku hampir tidak percaya dengan penglihatanku. Setelah aku dan Lany bangun, Mama tiriku menggendongku dari tempat tidur, membawaku menuju ke kamar mandi. Aku tak percaya dengan kejadian yang baru saja aku alami. Kini sejak menikahi Mama tiriku, Papa mulai mencoba usaha baru. Dengan bermodal sebuah mobil yang setengah tua, Papa keliling dari satu kota ke kota lainnya menawari barang dagangannya. Namun bagiku, hari ini adalah hari awal kematianku. Aku ingin memastikan siapa sepagi ini sudah mencuci piring dan gelas di dapur. Jangan-jangan itu hanya akal-akalannya saja, yang mencoba mencuri hati dan perhatian Papa kamu” Tiba-tiba ada suara aneh yang berbicara dalam diriku. Satu jam kemudian, kudengar suara langkah mendekati kamar aku dan Lany. Sejujurnya pagi ini kami berdua, aku dan Lany, malas untuk berangkat ke sekolah. Mungkin karena pengaruh cerita-cerita tentang kejamnya seorang Mama tiri penyebabnya. Mulai dari berterrnak ayam dan babi, menjual papan dan balok-balok kayu bahan untuk membangun rumah atau hal lainnya. Berhubung modal kerja Papa sangat kecil dan pekerjaan yang Papa tekuni sangat membutuhkan modal yang besar, maka usia usaha Papa tidak bertahan lama.Perlahan-lahan peti tempat Mama berbaring dikeluarkan dari dalam mobil putih itu, lalu diletakkan di atas kayu-kayu balok yang telah disusun di atas lubang yang bentuknya sama dengan peti itu. Lany juga terlihat menangis, bahkan suaranya sangat keras. Bukan karena aku tidak menyayangi Mama, tetapi karena aku masih terlalu muda untuk memahami apa yang sedang terjadi. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang. Dengan perlakuan yang lembut, penuh perhatian dan kasih sayang, membuat rasa takutku akan kejamnya seorang Ibu tiri perlahan-lahan menghilang dengan sendirinya.Tak berapa kemudian, peti tempat Mama berbaring diturunkan secara perlahan-lahan ke dalam lubang. Tidak mengerti dengan arti kata “tidur panjang”, “keabadian” atau apapun namanya. Padahal akulah yang paling banyak bicara di antara mereka. Tak berapa lama berselang, Lany keluar dari kelasnya. Lalu kami berdua berjalan menuju pintu gerbang sekolah. Tapi hari ini Lany mengajakku pulang dengan berjalan kaki. Bahkan bukan cuma itu, pandangan tentang kejamnya seorang Ibu tiri semakin meragukan aku.

Leave a Reply

Free chat raw sex