Ustajah lugu di selingkuhi negro

posted by | Leave a comment

Pandangan orang dari luar kalau lampusudah dimatikan biasanya enggan bertamu paling tidak kalau tidak benar-benar penting sekali.“Tin….tidur ya, kesini dong?” teriakku pelan, sampai dua kali saya berteriak pelan, Hartinipunmendekat dibatasi oleh papan pembatas berbisik“Pintu belakang tidak dikunci, Alex aja yang kesini”Sayapun berjalan menuju kebelakang rumah sambil mematikan lampu ruang tengah, sehingga dari luarkelihatan saya sudah pergi kembali ke pabrik.Sebentar aja ya” jawabku merayu sambil cium lehernya.Hartinimenggelinjing dan sambil mendesah pelan“Pokoknya jangan ya Lex, kamu masukin aja punya kamu”Tangannya meraba ke arah ******ku, yang sudah menegang tapi tidak maksimum karena kurang konsentrasi,setiap saat harus mengawasi suara di sekeliling rumah.Mataku sekali-sekali melirik ke arah vagina yang ditumbuhi rambut-rambut keriting yang lebat dan tanganku meraba-raba menyisihkan bulu-bulu jembut yang tumbuh dengan suburnyaitu agartanganku bisa masuk ke lubang vaginanya.Refleks tangan kiri Hartini menangkap tangan kananku dan menariknya ke atas tanpamelepaskannya lagi.Akhirnyasaya dan Hartini sepertinya sudah kembali sama-sama terangsang, dan saya putuskan mengangkat kaki kananku merenggangkan kedua kakinya.Sedikit demi sedikit kakinya mulai ngangkang sampai kedua kakiku bisamasuk, siap untuk memasuki lubang surga.

Walaupun vagina Hartini sudah mengeluarkan banyakcairan lendir, sepertinya masih bisa kurasakan betapa saat memasuki memeknya terasa nikmat sampai sesudah masuk semua, saya diamkan sambil memandang muka Hartini yang memejamkan matanya.Sambil tetap berciuman tanganku mulai menarik turun kain sarungnya sampai lepas melewati kaki.Saya melepaskan bibirku turun ke puting buah dadanyasambil tangan kananku meraba pangkal paha. Hartini mendesah pelansambil tangannya masih memeluk kepalaku, sekali-kali berusaha menekan kearah teteknya yang sedangsaya putar-putar pakai lidah, sambil tanganku menarik celana dalamnya turun lepas dari kakinya dibantu dengan gerak pantat Hartini yang terangkat.Lalu berjingkat-jingkat perlahan saya menuju pintubelakang rumah Hartini.Dengan sangat hati-hati saya mendorong pintu, takut mengeluarkan suara danberjalan pelan sekali sambil menahan nafas, takut getaran kaki saya di lantai papan kedengaran sama oranglain. Tak lama kemudian dia pun membalas dan tangan saya mulaimenurunkan kain sarungnya dan manaikkan kaos sampai buah dadanya kelihatan penuh.

Leave a Reply

Free chat raw sex